Malam itu, Arya rebahan di kamar kos, cahaya layar HP menerangi wajahnya yang fokus banget nge-spin di slot gacor scatter hitam Pragmatic. Udah tiga hari ini dia mantengin game, ngejar jackpot yang katanya lagi gacor parah. Temen-temennya di grup slot udah pada cuan, dan dia yakin banget kalau hari ini giliran dia buat menang besar.
“Feeling gue kuat, ini scatter hitam Pragmatic bentar lagi turun,” gumamnya sambil terus neken spin.
Saldo makin menipis, tapi dia tetap gaspol. Dia nunggu jackpot itu muncul, berharap bisa langsung withdraw dan menikmati kemenangan.
Tiba-tiba, layar HP-nya berkedip. Animasi scatter hitam muncul.
DING! DING! DING! JACKPOT 150 MILIAR!
Arya langsung bangkit dari kasur. “ANJAY! SLOT GACOR PRAGMATIC EMANG GOKIL!”
Tangannya buru-buru neken withdraw, tapi sebelum transaksi diproses, layar HP-nya tiba-tiba nge-glitch. Tulisan misterius muncul:
“Ambil hadiahmu di tempat yang kau kenal, tapi berbeda.”
Dahi Arya mengernyit. “Apaan nih? Gue cuma mau cuan, bukan teka-teki.”
Dia coba restart HP, tapi tetap aja, layar cuma nampilin pesan itu. Saldo jackpot masih ada, tapi gak bisa dicairin.
Karena penasaran, Arya keluar kos dan jalan ke warung kopi langganannya. Udara malam dingin, jalanan sepi, dan entah kenapa, suasana terasa beda dari biasanya.
Pas dia sampai di warung kopi, ada sesuatu yang bikin dia merinding—warungnya kelihatan sama persis, tapi atmosfernya beda.
Pintu terbuka pelan, dan pas Arya masuk, dia langsung freeze.
Di salah satu meja, ada seseorang yang duduk membelakanginya. Sosok itu pakai hoodie hitam, tapi yang bikin Arya kaget adalah siluetnya mirip banget sama dirinya sendiri.
Pelan-pelan, sosok itu menoleh, dan wajahnya sama persis dengan Arya.
“Akhirnya lo datang,” kata kembaran misterius itu sambil senyum tipis. “Gue udah nunggu.”
Arya mundur selangkah. “Lah, siapa lo?”
Kembaran itu cuma ketawa pelan. Dia mengangkat HP-nya, dan di layar HP itu—ada game slot gacor scatter hitam Pragmatic yang sama persis dengan yang Arya mainkan tadi.
“Tadi jackpot lo gak bisa di-withdraw, kan?” tanya kembaran itu. “Karena jackpot itu bukan buat lo. Itu buat gue.”
Arya makin bingung. “Maksud lo apa? Ini jackpot gue! Gue yang main, gue yang menang!”
Kembaran itu mencondongkan tubuhnya ke depan, matanya bersinar aneh. “Gak ada yang gratis, Arya. Lo menang, tapi gak sadar lo udah masuk ke dunia gue. Sekarang pilihannya cuma dua—serahin jackpot lo, atau gantikan posisi gue di sini.“
Jantung Arya dagdigdug. Dia lihat ke sekitar, dan baru sadar—warung kopi ini bukan warung yang biasa dia datengin. Semua terasa asing, gelap, dan menyeramkan.
Di layar HP-nya, tiba-tiba muncul dua pilihan:
1. Serahkan jackpot 150 M & Kembali ke dunia nyata.
2. Tolak & Terjebak di dunia ini selamanya.
Arya menelan ludah. Ini jelas bukan sekadar game lagi.
Tanpa pikir panjang, dia neken opsi pertama. DUARR!
Semua jadi hitam. Begitu dia sadar, dia udah ada di kosnya lagi, HP di tangannya normal, tapi saldo jackpotnya lenyap tanpa jejak.
Tapi yang bikin dia makin merinding—di layar HP-nya, ada pesan terakhir:
“Terima kasih, sampai jumpa lagi, Arya.”
Sejak malam itu, Arya gak pernah lagi main slot gacor scatter hitam Pragmatic. Karena dia sadar, gak semua jackpot bisa dibawa pulang tanpa konsekuensi.